Tuesday, 29 September 2015

Cerita Dibalik Jam Tangan Mewah Bupati Tobasa

Bupati Toba Samosir (Tobasa) nonaktif, Pandapotan Kasmin Simanjuntak, mengaku membeli jam tangan mewah merk Cartier Ballon Bleu seharga Rupiah 380 juta memakaiduit yg ditransfer PT PLN ke rekeningnya.

Pernyatan itu disampaikannya dalam sidang perkara dugaan korupsi pengadaan lahan basecamp & acces road PLTA Asahan III yg digelar di Pengadilan Tipikor Medan, Selasa (9/6).

"Benar Pak Hakim, aku beli gunakan duit itu," kata Kasmin.

Kasmin bahkan menuturkan Cartier Ballon Bleu itu adalah jam tangan mewah ke lima miliknya. "Saya bukan orang tajir, tetapi aku gemar tajir. Jam itu (Cartier) yg ke lima, aku serta punyai Rolex," akunya.

Keberadaan jam tangan Cartier Ballon Bleu itu menciptakan Hakim Ketua Parlindungan Sinaga penasaran. "Di mana sekarang ini jamnya, aku mau saksikan," ucapnya.

Mendengar pertanyaan Parlindungan, Kasmin spontan menjawab jam itu telah hilang. "Saya bilang telah hilang, kelak disita. Jam itu milik aku," ucapnya.

Dalam persidangan itu, Kasmin mengaku dua kali menerima transfer duit dari PLN bersama keseluruhan Rupiah 3,8 miliar. Dana itu ditampung di rekeningnya di BNI Balige.

Dalam perkara pengadaan lahan PLTA Asahan III, Kasmin menyebut, dirinya tak lakukan korupsi. Alasannya, duit yg diterimanya dari PLN segede Rupiah 3,8 miliar itu utkpembayaran tanah istrinya. "Saya keberatan dibilang korupsi, lantaran aku jual tanah istri aku," tuturnya.

Begitupun, Kasmin mengaku sudah menitipkan duit se besar Rupiah 2,5 miliar terhadap kejaksaan utk pengembalian duit yg diterimanya dari PLN. diluar itu, Polda Sumutsudah memblokir rekeningnya di BNI Balige yg di dalamnya masihlah terdapat duit Rupiah 1,29 miliar & di Bank Mandiri Balige senilai Rupiah 881 ribu. "Saya kembalikanduit lantaran aku anggap pembebasan lahan itu bermasalah," jelasnya.

Dalam keterangannya, Kasmin serta mengaku sempat diundang PLN ke China buat menonton pembangunan pembangkit listrik tenaga air di negara itu. "Di sana akuberjumpa Dahlan Iskan & Bintatar Hutabarat (mantan GM PLN Pikitring Sumbagut)," ujarnya.

Dalam perkara ini, Kasmin didakwa sudah laksanakan tindak pidana korupsi korupsi & pencucian duit dalam proyek pembebasan lahan buat tempat pembangunan akses jalan PLTA Asahan III. Berdasarkan audit, penyimpangan yg berjalan sudah merugikan negeri Rupiah 4.439.232.710.

JPU menyebutkan Kasmin sudah jalankan tindakan yg diatur & diancam dgn Pasal 2 ayat (1) subs Pasal 3 jo Pasal (18) UU No 31 Th 1999 sama seperti diubah bersama UU No 20 Thn 2001 jo Pasal 55 ayat (1) kesatu KUHPidana & Pasal 3 atau Pasal 4 UU No 8 Thn 2010 menyangkut Pencegahan & Pemberantasan Tindak Pidana Pencucianduit(TPPU).

Perkara dugaan korupsi ini berjalan lantaran lahan seluas 9 hektare yg dibebaskan nyata-nyatanya masuk dalam kawasan hutan register 44, tapi konsisten diklaim milikmasyarakat Dusun Batumamak. Sebelum dibebaskan, sebahagian lahan itu dibeli istrinya dari penduduk.

Sejak proses penyidikan Kasmin tak ditahan. Keluarganya pula telah menyerahkan duit jaminan Rupiah 200 juta & menitipkan duit pengganti kerugian negeri Rupiah 2,5 miliar.

Dalam perkara ini, Ketua P2T yg pula Sekretaris Daerah (Sekda) Kab Toba Samosir, Saibun Sirait telah dinyatakan bersalah & dijatuhi hukuman 2 th 4 bln penjara. Hukumanmirip dijatuhkan terhadap Wakil Ketua P2T Asisten I Setdakab Toba Samosir Rudolf Manurung.

No comments:

Post a Comment